• terasdakwah@gmail.com
  • 0853 2030 7766

Ramadhan Setan Dikekang!

Ramadhan Setan Dikekang!

terasdakwah / May 22, 2018

SETAN DI KEKANG
.
. “Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: ‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.”
.
HR. At-Tirmidzi no. 682 dan Ibnu Majah no. 1682, dihasankan Syaikh Albani dalam Al-Misykat no. 1960

Sering ada pertanyaan, kalo dibelenggu kok masih saja ada kemaksiatan ? Hmm. Padahal kan benar benar dibelenggu
.
Maka Jawabannya adalah:
1.Sesungguhnya kemaksiatan itu hanyalah berkurang dari orang-orang yang berpuasa (puasanya menahan dari maksiat) apabila pelaksanaan puasanya memperhatikan syarat-syarat puasa dan menjaga adab-adabnya
.
2.Atau bisa juga bermakna bahwa yang dibelenggu itu hanyalah sebagian setan, yaitu para pembesar setan bukan seluruhnya, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya pada sebagian riwayat hadits
.
3.Atau bisa juga maksudnya adalah pengurangan kejelekan-kejelekan di bulan Ramadhan, dan ini sesuatu yang dapat disaksikan, yaitu terjadinya kemaksiatan di bulan Ramadhan lebih sedikit dibanding bulan lainnya. Karena dibelenggunya seluruh setan pun tidak dapat memastikan kejelekan dan kemaksiatan hilang sama sekali, sebab terjadinya kemaksiatan itu juga karena banyak sebab selain setan, seperti jiwa yang jelek, kebiasaan yang tidak baik dan godaan setan-setan dari golongan manusia
.
4. ulama lainnya berkata bahwa dibelenggunya setan-setan di bulan Ramadhan adalah isyarat bahwa telah dihilangkannya alasan bagi seorang mukallaf dalam melakukan dosa, seakan dikatakan kepadanya,“Setan-setan telah ditahan dari menggodamu, maka jangan lagi kamu menjadikan setan sebagai alasan dalam meninggalkan ketaatan dan melakukan maksiat”.
.
Fathul Bari 4/114, Darul ma’rifah, Beirut, 1379 H, syamilah
.
Nah kalo kita masih berkmaksiat padahal setan dikekang berarti ada kebiasaan buruk kita yang menempel sebelum bulan Ramadhan. Yok perbaiki diri 😉

Leave a Reply

@2018 - Teras Dakwah